Jakarta (KABARIN) - Sutradara Joko Anwar kembali bikin gebrakan lewat film terbarunya berjudul Ghost in the Cell. Kali ini, ia mengajak enam ilustrator Indonesia yang namanya sudah dikenal di kancah internasional untuk terlibat langsung dalam proses kreatif film tersebut.
Para ilustrator ini dipercaya merancang elemen visual berupa instalasi bernuansa horor yang menjadi bagian penting dari cerita. Konsepnya menggabungkan keindahan visual dengan nuansa mencekam yang kuat.
“Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik,” ujar Joko Anwar dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, kolaborasi lintas bidang seperti ini bukan sekadar mempercantik tampilan film, tetapi juga mendorong perkembangan industri kreatif di dalam negeri.
“Dengan melibatkan mereka, kami bukan hanya memperkaya dunia visual film ini, tapi ingin membuat pernyataan bahwa kolaborasi lintas medium seperti ini penting,” tambahnya.
Enam nama yang terlibat dalam proyek ini adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy AO. Mereka bersama sama merancang visual yang menggambarkan ketakutan kolektif di tengah masyarakat.
“Kami berdiskusi bentuk untuk setiap adegan instalasi horor dalam film ini. Semuanya merepresentasikan apa yang kita takuti secara kolektif dalam masyarakat,” ungkap Joko.
Film Ghost in the Cell sendiri mengangkat kisah teror di dalam penjara fiktif Labuhan Angsana. Ceritanya berpusat pada sosok hantu yang memburu para narapidana dengan energi negatif.
Setelah pemutaran perdananya di Berlin International Film Festival, film ini langsung menarik perhatian distributor internasional. Hak tayang untuk wilayah Amerika Utara telah diakuisisi oleh Well Go USA. Selain itu, film ini juga dijadwalkan tayang di sejumlah negara seperti Rusia, Spanyol, Taiwan, Thailand, dan Mongolia.
Distribusi di Singapura, Kamboja, dan Vietnam akan ditangani Purple Plan Pte, sementara kawasan Jerman dan sekitarnya akan digarap oleh Plaion Pictures. Tim produksi juga masih membuka pembicaraan untuk pasar Belgia, Belanda, dan Luksemburg.
Dengan kolaborasi lintas disiplin dan jangkauan distribusi global, proyek ini menjadi salah satu langkah besar Joko Anwar dalam membawa karya horor Indonesia ke panggung dunia.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026